Ini tuh tugas IPS saya , semoga bermanfaat buat kalian... :)
KRISIS
POLITIK :
Krisis politik adalah masalah yang mengaktifkan tidak dapat
menjalankan pemerintah dengan baik yang diakibatkan oleh masalah politik
seperti krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah atau perselisihan kaum
berokat dengan wakil-wakil rakyat yang mementingkan ketentingan partai dari
pada rakyat yang mengakibatkan tidak jalannya pemerintahan karena untuk
menetapkan sebuah kebijakan seorang presiden membutuhkan persetujuan dari DPR,
begitu pula sebaliknya.
PERGOLOKAN
DEWAN DAERAH :
Pemilihan Umum I 1955 belum
dapat membawa perubahan menuju keejarteraan bagi rakyat Indonesia, misalnya
belum ada tanda-tanda perbaikan ekonomi terutama di daerah-daerah. Hal ini
menimbulkan protes baik secara langsung maupun tidak langsung oleh daerah
terhadap pemerintah pusat.
Protes yang lain juga
dilakukan oleh daerah-daerah di luar Jawa dengan alasan pemerintah usat tidak
memperhatikan daerah, khususnya di daerah Sulawesi Utara pemerintah dianggap
membiarkan penyuludupan-penyeludupan yang dilindungi penguasa-penguasa daerah.
Bererapa daerah di Sumatra dan Sulawasi merasa tidak puas dengan alokasi biaya
pembangunan yang diterimanya dari pusat. Selain itu kelemahan pemerintahan
pusat dalam menjalankan kebijakan politik di daerah-daerah terbukti tampilnya
perebutan kekuasaan di daerah oleh pihak militer, yang diawali dengan adanya
gerakan pengambilihan kekuasaan oleh dewan banteng.
IDEOLOGI
POLITIK INDONESIA :
Ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip
olitik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana
seharusnya masnyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat
tertentu. Dari pengertian di atas, ideologi politik Indonesia boleh jadi
disamakan dengan Ideologi Negara Indonesia, yakni pancasila. Sebelumnya perlu
dipahami bahwa pancasila memiliki dua peranan dalam kehidupan bangsa Indonesia
pertama, sebagai pandangan hidup yakni sebagai pedoman tingkah laku bagi setiap
warga Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai pancasila, yang telah
diwariskan kepada bangsa Indonesia merupakan sari dan puncak dari sosial budaya
yang senantiasa melandasi tata kehidupan sehari-hari. Kedua pancasila sebagai dasar Negara yang
tercantum dalam alenia IV pembukaan UUD 1945 merupakan landasan yuridis konstitusional
dan dapat disebut dengan ideologi negara.
PEMBERONTAKAN
PRRI :
Pemberontakan PRRI pada tahun 1953. Penyebabnya adalah
ketidak puasan terhadap kebijakan pemerintah adalah pembangunan daerah. Tidak
meratanya pembangunan serta semakin melebarnya gerakan komunisme menjadi dasar
bagi pemerintah di Sumatra dan Sulawesi Utara untuk mendirikan pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia atau lebih dikenal sebagai PRRI. Di Sumatra
para pemimpin PRRI seperti Dr. Syafuddin Prawira negara Dhahlan, dll melakukan
pemberontakan sebagaiboracsi atas kebijakan pemerintah pusat. Maka dari itu
Amerika serikat , terbkti dengan ditembak jatuh pesawat AS yang dipiloti oleh
penerbang AS bernama Pope.
PEMBERONTAKAN
PERMESTA :
Dalam sejarah umum kita mengetahui bahwa latar belakang
pemberontakan tersebut adalah rasa tidak puas dari beberapa daerah terhadap
kebijakan pemerintah pusat sehingga pihak- pihak yang tidak puas tersebut
membentuk gerakan untuk menentang pemerintah pusat dimana di Indonesia Timur
bernam Perjuangan Rakyat SEMESTA (PERMESTA), yang didukung oleh beberapa tokoh
militer Indonesia seperti Letkol Achmad Husein, Kolonel Zulkfli Lubis, Kolonel
Simbolon, dll. Amerika serikat melalui CIA sudah mengintevensi isu anti komunis
untk menandai pergerakan PERMESTA dukungan tersebut merupakan salah satu agenda
penting CIA untuk menyingkirkan para pemimpin Negara-negara dunia ketiga yang
memiliki sikap ultranisionalis dan patriotik serta menolak dikendalikan oleh
pihak asing, dalam hal ini Ir. Soekarno memenuhi kritreria tersebut dan pantas
untuk digulingkan untuk digantikan oleh pemimpin yang pro dengan kebijakan Amerika
Serikat, dan terlihat dari penyeludupan senjata bagi para sepnasti. Ketika
pemberontakan meletus, pihak Indonesia langsung mengirimkan pasukan dibawah
pimpinan Ahmad Yani untuk memadamkan pemberontakan. Pimpinan PERMESTA Kolonel
Vence Samual berencana untuk menyerang dan menduduki Jakarta setelah
mendapatkan superioritas kekuatan di laut dan udara. Sedangkan untuk menumpas
pemberontakan PERMESTA di Indonesia bagian timur dilancarkan operasi gabungan,
18 mei 1958 pesawat Allan Lawrence Pope ditembak jatuh di Ambon dan gerakan PERMESTA
dapat ditumpas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kehidupan politik
nasional dan daerah sampai awal tahun 1960-an tidak stabil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar