Translate

Jumat, 03 Oktober 2014

peristiwa kembalinya Indonesia ke negeri kesatuan

TUGAS :
1.    Jelaskan peristiwa kembalinya Indonesia ke negeri kesatuan!
-          1. Beberapa negara bagian membubarkan diri dan bergabung dengan RI, Negara Jawa  Timur, Negara Pasundan,Negara Sumatra Selatan, Negara Kaltim, Kalteng, Dayak, Bangka, Belitung dan Riau. 
2. Negara Padang bergabung dengan Sumatra Barat, Sabang bergabung dengan Aceh. 
3. Tanggal 5 April 1950 RIS hanya terdiri dari : Negara Sumatra Timur, Negara Indonesia Timur, Republik Indonesia. 
4. Ketiga negara ini (Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, Negara Sumatra Timur) kemudian bersama RIS sepakat untuk kembali ke negara kesatuan dan bukan melabur ke dalam Republik. 
5. Pada tanggal 3 April 1950 dilangsungkan konferensi antara RIS- NIS-NST. Kedua negara bagian tersebut menyerahkan mendatnya kepada perdana Menteri RIS Moh. Hatta pada tanggal 12 Mei 1950. 
6. Pada 19 Mei 1950 diadakan kesepakatan dan persetujuan yang masing-masing diwakili oleh : RIS oleh Moh. Hatta, RI oleh dr. Abdul Halim. 
7. Hasil kesepakatan “ NKRI akan dibentuk di Jogjakarta, dan pembentukan panitia perancang UUD. 
8. Pada 15 Agustus 1950, setelah melalui berbagai proses, dilakukan pengesahan UUS RIS yang bersifat sementara sehingga dikenal dengan UUD’S 1950. Ini menunjukkan akan terjadi perubahan. UUD’s ini di sahkan oleh presiden RIS. UUD RIS terdiri dari campuran UUD 45 dan UUD RIS. 
9. Pada 17 Agustus 1950. RIS secara resmi dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan.
-           
2.    Jelaskan persaingan antar partai politik pada masa orde baru dan masa reformasi
-          Pada masa orde baru lebih tertarik menggunakan demokrasi pancasila dengan penopang dari pola segitiga kekuatan ABG (ABRI, Birokrasi dan Golkar), pola kekuatan tersebut memperlihatkan bahwa khususnya golkar dan ABRI terus menerus menguasai mayoritas suara di DPR sedangkan PPP dan PDI terus menjadi minoritas, maka Affan Goffar menyebutkan sejak kemenangan golkar dalam pemilu 1971 tercipta satu system kepartaian yang baru yang disebut system kepartaian hegemonik dengan golkar sebagai pemenang hegemoni
-          Pada masa reformasi, orientasi pengejaran kekuasaan yang sangat kuat dalam partai telah membuat partai-partai politik era reformasi lebih bersifat pragmatis. Di era reformasi, kelanjutan dari konflik kelompok Nasionalis Islam dengan kelompok Sekuler masa Orde Baru menyebabkan kelompok Islam terpinggirkan (termarginalkan), dicurigai dan ditindas. Ketika kelompok Islam berada di dekat kekuasaan, kelompok Sekuler merasa tidak puas, sehingga mereka berupaya menjatuhkan dan membuat citra bahwa kelompok Islam tidak mampu untuk mengatur negara. Persaingan di era reformasi bukan bertumpu pada dua kelompok di atas, tetapi telah terpilah-pilah dalam berbagai kelompok kepentingan. Tetapi pada akhirnya nanti akan mengkristal pada dua kelompok di atas, yaitu kelompok Nasionalis Islam dan Sekuler.
-           
3.    Tuliskan nama-nama cabinet tiap pimpinan presiden Indonesia
-          Ir. Soekarno               :
Kabinet Presidensil, Kerja I, Kerja II, Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, Dwikora II, Dwikora III, Ampera I, Ampera II
-          Jend. Soeharto  :
Pembangunan I, Pembangunan II, Pembangunan III, Pembangunan IV, Pembangunan V, Pembangunan VI, Pembangunan VII
-          BJ. Habibie                 :
Reformasi pembangunan
-          Abdurahman Wahid     :
Persatuan Nasional
-          Megawati Soekarno Putri      :
Gotong Royong
-          SBY                            :
Indonesia bersatu I, Indonesia bersatu II

4.    Tuliskan 10 nama partai politik beserta pemilu tahun 2014
-          Partai NASDEM
-          Partai Kebangkitan Bangsa
-          Partai Keadilan Sejahtera
-          Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
-          Partai Golongan Karya
-          Partai Gerakan Indonesia Raya
-          Partai Demokrasi
-          Partai Amanat Nasional
-          Partai Persatuan Pembangunan
-          Partai Bulan Bintang

5.    Jelaskan peristiwa pemilu yang pertama di Indonesia tahun 1955
-          Pemilihan umum I tahun 1955 secara demokrasi, aman, dan tertib sehingga merupakan suatu prestasi yang luar biasa dimana rakyat telah dapat menyalurkan haknya tanpa adanya paksaan dan ancaman, walaupun pemilu berjalan sukses akan tetapi hasil dari pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan rakyat karena masing-masing partai masih mengutamakan kepentingan partainya daripada untuk kepentingan rakyat. Dan DPR terbagi dalam banyak fraksi di antaranya keluar sebagai empat besar (fraksi masyumi, fraksi PNI, NU, dan PKI) dan pemilu dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan panitia pemilihan umum pusat yang dilaksanakan dalam dua gelombang





















#SELESAI#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar